Cerpen #2


Tiba tiba terdengar suara ringtone hp

Klik!
From: Cewe
Nanti Jadi kak?

To: Cewe
Iya, jadi tapi aku ga sendiri sih, pakai sepedanya temen

Siang itu setelah selesai siap-siap Kugayuh Sepeda ini dengan harapan menemuinya, Panas Matahari tidak mematahkan semangatku,

"Kring,Kring"
" Udah didepan nih " . Sms sent




" Siang kak, aku bawa sepeda sendiri aja ya "


"Ya udah ga apa-apa , kita kepelabuhan ya "

Kulajukan sepedaku dan dia mengikutiku dari belakang ,terkadang dia disamping , terkadang dia didepan, akhirnya kami tiba dipelabuhan.

" Sepedanya Bawa masuk aja ya"

"Emang boleh?"

"Harus boleh"

Kami mengangkat sepeda melewati pintu. Dan kami mulai kembali mengayuh sampai ke ujung pelabuhan.

"Parkir sepedanya disitu aja ya "

"Hari nih rame yang mancing ya, dan kapalpun masi berlabuh, kita kebawah aja yuk".

Kami berjalan, banyak orang disekitar kami. Kami terus berjalan Hingga sampailah dibawah, disitu kami bisa menyentuh air laut jika kami mau.

"Mas hati-hati licin. bentar lagi air bakal naik lagi" kata seorang pemancing .

"Ya pak, sebentar aja pak"

Aku memandang ke atas, matahari sangat panas,

Kupandang kedepan terbentang lautan . Air biru dan ada sinar ditengah-tengahnya, dikejauhan terlihat sebuah pulau panjang penuh dengan pohon,

Dikiriku kulihat sebuah rumah makan dipinggir laut, tidak jauh dari tempatku berada.

Dibelakang, kulihat jalan menaik tadi dan beberapa pemancing yang sibuk dengan alatnya masing-masing.

Dikananku, tidak jauh dari tempatku berdiri. Sesosok perempuan berambut panjang hitam sedang melihat sosoknya sendiri dilaut.

"Ada tangga tuh, kayanya udah dipenuhi air" kataku

"Ehhh"

"Hmmm, ?"

Tiba-tiba sunyi, dan kudekati tangga itu , kududuk diatasnya kini kakiku tergenang air laut. Tiba-tiba jantungku berdegup kencang, dia duduk disampingku.

"Sob, aku ke tempat parkir sepeda dulu ya"

"Oke, makasi ya sob"

Ya, aku kesini berdua temanku,

"Byuur, byurr" suara air laut terbawa ombak hingga menabrak tangga

Kucelupkan tanganku ke air dan kusapa dia

"De"

"Iya kak"

Dia mencelupkan tanganya dan melihatku

"Dek..."

Kulihat dia, hampir saja kupegang tangannya

"Kenapa ya kak?"

kuberdiri, berjalan mundur , jantungku berdegup kencang. Keringatku bercucuran Kulihat dia juga berdiri, dia mengikutiku kini dia berdiri disampingku. Kami menatap kedepan. Kearah pulau...

Dengan gugup kuberkata

"Ini pertama kalinya aku nembak cewe, aku suka kamu dek"

"Kamu mau ga jadi pacarku"

Dug dug dug dug (jantungku berdetak cepat) kuliah wajahnya, kuga sanggup mendengar jawaban itu.

"Ga perlu dijawab sekarang, nanti sore aja"

"Ayo pulang de, panas. Udah siang"

Kami akhirnya kembali naik ke atas dan mengayuh sepeda kembali pulang,

Sore itu, kulihat dia bersepeda melewati rumahku, aku hanya tersenyum dan dia ga melihat kepadaku.

Sebelumnya.
To:Cewe
Maaf De. ( ... .. .... )!!!

#hal yang ingin kudengar ialah jawabannya

0 komentar: (+add yours?)

Posting Komentar

Cantumkan Nama, Kota, @mail

Desdiandi. Diberdayakan oleh Blogger.